kamu pun mafhum. bayi burung tidak ditenggelamkan ke dalam air, hanya untuk memberitahu bahwa yang ia bisa adalah terbang mengudara. anak katak tidak dipaksa bergelayut di ranting pohon, hanya untuk memberitahu bahwa yang ia bisa adalah melompat cepat. kita perlu memahami jati diri kita, sebelum akhirnya siap melangkah; menjadi orang hebat. sayangnya, sedari awal, aku kehilangan milikku. jati diriku kumaknai sebagai tanda tanya besar yang jawabannya mustahil kutemukan. seperti, aku menyelam padahal aku seekor burung. atau aku menggali tanah padahal aku seekor unta. atau aku memanjat pohon padahal aku seekor domba. aku bersikeras mengemis kebahagiaan tanpa tau apa yang bisa membuatku bahagia. lihat akibatnya. aku lebam. babak belur. nyaris hancur.
benar katamu dulu. pengrusak hidupku adalah diriku sendiri. tapi percayalah, manis. semesta belum berhenti berputar. segalanya masih bisa berpindah tempat, bertukar posisi. aku kian mengimani itu lantaran skenario Tuhan mengantarku kepadamu. aku yang dulu putus asa, aku yang dulu mendamba kematian, kini tak ingin mati sebelum menjadi perempuan baik. kamu penyelamat. terima kasih.
aku mulai merasa beruntung saat mengingat beban apa saja yang Tuhan timpakan. dari aku lahir di keluarga yang sedemikian, sampai aku tersesat di belantara. aku mulai merasa mensyukuri segala gagal dan jatuhku. sebab, jika satu kejadian terlewati, belum tentu aku menjumpaimu. jika satu langkahku berbeda, belum tentu aku berkesempatan menjadi perempuan yang sudi kamu cintai. andai waktu bisa kuulang pun, tak akan ada apa-apa yang kuubah. karena bagiku, takdir Tuhan yang ini sudah paling baik.
manisku, kumohon. kenanglah aku selalu, meski yang kamu persunting di kemudian hari bukan aku. sampai anakmu tumbuh besar, bahkan sampai kamu beruban dan bercucu. ingat aku sebagai penyandang nama malaikat kecilmu; sebagai perempuan yang pernah kamu selamatkan dunianya. ingat aku sebagai manusia yang pernah bertekad menyeruakkan rasa bangga pada rongga dadamu. ingat aku sebagai sosok yang pernah merajut mimpi untuk hidup bersamamu, dan yang selalu mengamini tiap doa dalam ucap kita di penghujung malam.
kala tiba masanya, semisal perpisahan merupakan hilir dari segala juang kita, jangan pernah menyesali segala yang telah kamu korbankan. letih dan haus pada selesainya ujung nasihatmu tidak pernah sia-sia. tak ada kesalahan dari apa yang telah kita lalui. kala tiba masanya, semisal perempuan beruntung yang diperuntukkan berkhidmat padamu ternyata bukan aku, jadilah orang yang makin pandai bersabar. yakinlah bahwa kamu 'kan lebih mudah bahagia, jika kamu membantu orang lain berbahagia.
tahukah? aku ketakutan. dan oleh ketakutanku pula, semakin kuat doronganku untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. aku akan berjuang untuk memantaskan diri menjadi perempuan yang siap bersanding, merengkuh lenganmu sembari menerima ucapan selamat dari para tamu. sebenarnya, butuh waktu lama untuk meyakini diriku sendiri, bahwa dipinang olehmu bukanlah sebuah kemustahilan. kendati yang sedang kubicarakan adalah rahasia Tuhan, tiada salahnya jika kuperjuangkan semampuku. semoga aku pantas. aku akan membenahi diri, manis, sekaligus menyiapkan hati jika ternyata harapku tak dimakbul.
sudah cukup kubahas masa depan. kini, tolong terima permohonan maaf dariku; kekasihmu yang masih jauh dari kata sempurna. jangan lelah dulu. kelak, keringat dari perjalanan panjang kita akan berbuah manis.
segitu dulu, manis. jangan lupa simpan surat ini.
v-cyrrius // #vcyrrius
No comments:
Post a Comment